Vox Populi

Ide ini datang dari salah seorang anggota kelompok saya saat kita diharuskan membuat sebuah ide bisnis. Namanya Vox Populi, temanya : Live TV, menyajikan sebuah stasiun TV yang menyiarkan tayangan live 24 jam. 

Pada dasarnya, basic concept for Vox Populi mendasari pembentukan channel seperti ini,

“Instead of asking those ‘crafted experts’ for opinion, why don’t we ask people?”

berikut adalah kutipan komen dari siempunya ide tersebut :

“apakah anda tidak lelah mendengarkan kata kata mereka yang dianggap lebih ahli? Jawabnya tentu tidak, lebih terpecaya pastinya.”

“Tapi jika terdapat fakta bahwa keahlian pun meminta apresiasi, uang mudahnya. Dan setiap kata mereka bisa diungkan, dan mereka sadar, dan mereka manfaatkan itu.”

“Jangankan dokter dengan reputasi jutaan operasi, komedian berpendidikan berantakan dengan modal follower twitter ratusan ribu seperti Raditya Dika saja meminta bayaran untuk sekalimat dua kalimatnya di twitter.”

“Stop trusting the expert, start hearing what people like us think.”

Dan semua komentar tersebut adalah hal yang sama yang ada dalam pemikiran saya namun tidak mampu dibentuk dalam rangkaian kata-kata yang baik seperti itu.

menurut saya dan kelompok saya, Live TV mencoba menjawab itu. Tidak sepenuhnya menyediakan opini figur figur publik, tapi juga diimbangi dengan pendapat orang orang ‘gak sempet muncul di TV’

Berangkat dari semangat ini, Live TV menyediakan program program yang bisa memungkinkan untuk tidak terlalu menyaring kenyataan. Seperti misalnya siaran talk show, maka kami sajikan Live, di tempat publik, memungkinkan bahkan orang yang lewat untuk datang memberikan pendapatnya, apapun itu, seberapa keras pun, seberapa tidak bermutu pun, itulah dunia, penuh variasi dan jauh dari ideal.

Dari sini, tujuan akhir dan dampak jangka panjangnya adalah kebangkitan kembali keberanian dan kejujuran media, yang lalu nantinya akan diikuti dengan kekuatan netral yang bisa menguak keburukan apapun.

Salah satu yang mungkin menarik dari pemilihan program adalah bentuk pengiklanan. Disini kita akan mulai bergerak ke salah satu aspek eksternal yang di singgung di awal, mengenai kerjasama dengan pihak.

Demi adanya konsistensi, tentunya iklan harus tetap disajian live. Caranya? Kita angkut kamera ke tempat benda yang akan diiklankan tersebut, dan disana akan secara langsung direkam kegiatan yang terjadi di dalam produk (jika berupa toko) atau di sekitar produk (jika berupa produk) juga pendapat pengunjung dan pengguna produk tersebut.

Tidak ada kepalsuan, seratus persen transparan, dan publik akan berkali kali lipat lebih percaya dibandingkan melihat iklan televisi warna warni penuh akting buruk dari selebriti haus ketenaran.

Setelah adanya kepercayaan, mungkinkah akan berdampak pada penjualan? Itu akan menjadi pertanyaan selanjutnya. Maka jawabnya adalah tentang target pasar.Mereka yang berpendidikan, cukup paham akan kepalsuan dunia iklan masa kini, itulah target market dari Live TV.

Kelebihannya? Kemampuan membeli puluhan kali lipat.

Namun pada akhirnya, modal lah yang sangat diperlukan untuk membangun Vox Populi ini dan yang paling besar dikeluarkan mungkin adalah ongkos pembelian atau penyewaan kamera yang 24 jam tersebut. Gaji, di sisi lain tidaklah terlalu signifikan karena kita tidak membutuhkan terlalu banyak orang maupun staff ahli.

Seperti layaknya berbagai bisnis media, yang harus dicari demi realisasi konsep ini adalah investor besar dan idealis, yang punya keinginan untuk mengembalikan martabat media televis yang saya rasa juga sulit untuk dicari didalam negeri ini.

Advertisements

About astridhandari

www.facebook.com/astridhandari astridh.tumblr.com @astridhandari
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s